Istilah Saham yang Wajib Anda Ketahui

Tangerang, 16 Agustus 2019 By Liliana Kurniawati

Untuk Anda yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya Anda belum pernah mendengar sebelumnya tapi Anda bingung mau bertanya ke siapa. 

Untuk Anda yang sekarang aktif bergabung di berbagai grup saham di Telegram, Whatsapp dan Facebook namun sering bingung apa yang sebenarnya dibahas (karena ada istilah yang tidak Anda pahami), namun Anda malu bertanya ke yang lain karena takut orang lain akan menilai Anda kuper (kurang pergaulan) atau kudet (kurang update) atau Anda sudah tanya tapi dibalas oleh anggota yang lain untuk cari jawabannya di Google.

Maka saya dedikasikan artikel ini khusus untuk Anda. Jadi, setelah membaca artikel ini sampai selesai dijamin Anda nggak bakalan kuper lagi dalam pergaulan dunia saham. 

Sebenarnya saya juga bingung mau mulai dari istilah yang mana dulu ya? Karena memang istilahnya banyak sekali. Hmmmm, oke kita urutkan dari abjad ya. Let’s check it out:

Akumulasi: aksi mengumpulkan atau membeli barang dalam jumlah besar

ARA: auto reject atas adalah batas maximal kenaikan harga saham dimana saham bisa diperjual belikan dalam satu hari

Sumber: idx.co.id

ARB: auto reject bawah adalah batas maximal penurunan harga saham dimana saham bisa diperjual belikan dalam satu hari

Average down: tambah beli saham ketika harga saham lebih rendah dari harga beli kita. Biasanya setelah average down maka harga saham kita rata-rata nya menjadi lebih rendah daripada sebelumnya

Average up: tambah beli saham ketika harga saham lebih tinggi dari harga beli kita hingga rata-rata saham juga menjadi lebih tinggi dari sebelumnya

Bandar / Mama (Market Maker): pihak yang memiliki modal besar dan mampu menggerakkan harga

Bandarmologi: analisa yang fokus pada pergerakan bandar atau akumulasi dan distribusi saham

Bearish: kondisi pasar yang sedang turun

Broker Summary: rekap transaksi penjualan dan pembelian broker pada suatu waktu

Bid: harga yang diminta oleh pihak yang ingin membeli saham

Bocuan: rugi atau loss

Bullish: kondisi pasar yang sedang naik

Buki: buang kiri = haki

Capital: modal

Capital gain: keuntungan yang didapat dari kenaikan harga saham

Cuan: untung atau profit

CL: cut loss atau menjual dalam posisi rugi

Cuan kotos-kotos: untung gede

Cuci piring: ketika harga saham sudah naik tinggi dan kita baru masuk, kemudian harga turun dan kita yang kebagian ruginya

Copet: sama dengan scalper

Crossing: transaksi tutup sendiri atau transaksi yang dilakukan di pasar nego 

Demand: area permintaan harga

Dividen: bagi hasil dari perusahaan atas saham yang kita beli

Dibuka gemboknya: saham yang sudah dibuka suspensinya dan bisa diperdagangkan kembali

Distribusi: aksi menjual dalam jumlah besar

Downtrend: trend saham yang turun

Efek/saham: bukti kepemilikan atas suatu perusahaan

FA: fundamental analysis atau analisa yang fokus pada kondisi fundamental perusahaan berdasarkan laporan keuangannya

Baca Juga : Benarkah Analisa Fundamental Sulit?

Fair value: harga yang wajar atas suatu saham

Baca Juga : Harga Wajar ala Sufi Investing dengan Graham Number

Fast trade: jual dan beli saham pada hari yang sama

Floating profit: profit yang belum terealisasi karena saham belum dijual

Floating loss: loss yang belum terealisasi karena saham belum dijual

Frekuensi: berapa kali saham ditransaksikan

Foreign: pihak asing

Gainers: saham-saham yang kenaikannya paling tinggi

Haka: hajar kanan atau beli pada harga offer (harga penawaran)

Haki: hajar kiri atau jual di harga bid (permintaan) atau dibawahnya

Harga average: harga rata-rata

High52: harga tertinggi saham dalam 52 minggu

Hold: memegang saham

Imho: in my humble opinion atau menurut pendapat saya

Institusi: pihak dengan modal yang besar dan sumber daya pendukung yang besar

Intrinsic value: persepsi kita atas value sebenarnya dari suatu saham atau nilai yang terkandung dalam suatu saham

Jebol support: saham yang menembus level supportnya

Kopdar: kopi darat atau bertemu langsung

Ketinggalan kereta: harga sudah naik tinggi padahal kita belum membelinya

LK: laporan keuangan 

Lot: ukuran untuk membeli dan menjual saham. 1 lot terdiri dari 100 lembar saham

Low52: harga terendah saham dalam 52 minggu

Market cap: perkalian antara semua jumlah lembar saham yang dimiliki emiten dengan harganya di pasar

Menangkap pisau jatuh: membeli pada saat harga saham sedang turun

Mantul: mantap betul

Memantul / rebound: harga yang sudah turun namun mampu naik kembali

Movers: saham-saham yang menjadi penggerak perdagangan saham di bursa

MOS / margin of safety: selisih antara harga wajar suatu saham dengan harganya saat ini di pasar dan memberikan jaring pengaman bagi investor untuk membelinya

Nett buy: beli bersih

Nett sell: jual bersih

Nyangkut: kondisi dimana kita mengalami kerugian namun sahamnya belum dijual

Offer: harga yang ditawarkan oleh pihak yang ingin menjual saham

Pasar reguler: pasar dimana proses jual beli saham berlangsung dengan tawar menawar

Pasar nego: pasar dimana proses jual beli langsung dilakukan antara pembeli melalui perantara sekuritas. Biasanya apabila saham sudah sulit di jual di pasar reguler maka akan dijual di pasar nego karena pasar nego tidak mengikuti fraksi harga sama seperti pasar reguler. Atau apabila memang ada pihak-pihak yang ingin membeli dijumlah dan harga yang lebih besar namun tidak memungkinkan melalui mekanisme pasar reguler.

Pom pom: ajakan membeli suatu saham tapi malah yang mengajak menjual saham tersebut

Position trader: hampir sama dengan swing trader namun jangka waktu hold sahamnya bisa hingga beberapa tahun

Pubex / public expose: paparan perusahaan tentang kondisi perusahaan kepada investornya

Watchlist: kumpulan saham yang sedang diincar

Range: rentang harga

RDN: rekening dana nasabah atau rekening saham untuk transaksi saham

Retail: pihak dengan modal yang terbatas

Resisten: garis pada grafik saham yang menunjukkan batas tertinggi dimana saham bisa naik dan seringkali ketika menyentuh garis tersebut harga akan cenderung turun

Right Issue / HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu): hak yang diberikan kepada investor lama yang sudah memegang suatu saham untuk membeli penambahan saham baru yang diterbitkan perusahaan

Reverse stock: kebalikan dari stock split. Jumlah sahamnya dikurangi namun harga sahamnya dinaikkan sesuai dengan rasio reverse stocknya

RUPS/ rapat umum pemegang saham: forum atau rapat dari pengendali perusahaan dan investor yang memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan dan arah perusahaan kedepannya

Saham IPO: saham Initial Public Offering atau saham yang baru pertama kali terdaftar di BEI

Saham gorengan: saham yang fluktuasi pergerakan harganya tinggi

Saham blue chip: saham yang memiliki fundamental yang kuat dan market cap besar

Saham gocap: saham yang harganya 50 dan biasanya sulit untuk diperdagangkan

Scalper: jenis trader yang beli dan jual saham pada hari yang sama atau jangka waktunya harian

Sideway: trend saham yang tetap, tidak naik atau tidak turun

Serok: membeli saham

Sekuritas / Broker: perusahaan perantara antara investor dan perusahaan. Biasanya investor membeli saham milik perusahaan melalui broker atau sekuritas

SL: stop loss atau harga yang sudah kita tentukan sebelumnya untuk menjual saham demi membatasi kerugian

SP: stock pick atau rekomendasi saham yang bisa dibeli

Suspend: penghentian sementara perdagangan saham tertentu oleh BEI

Support: garis pada grafik saham yang menunjukkan batas terendah dimana saham bisa turun dan seringkali ketika menyentuh garis tersebut harga akan cenderung memantul naik

SPM: sekolah pasar modal atau pelatihan yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia

Swing trader: jenis trader yang beli saham di support dan jual di resisten, bisa hold saham beberapa minggu hingga beberapa bulan

Suhu / master: orang yang dianggap lebih pintar atau lebih hebat atau orang yang bisa kita anggap sebagai panutan

Shares: lembar saham

Supply: area penawaran harga

Stock split: pemecahan lembar saham menjadi lebih besar dengan rasio tertentu di harga yang lebih murah. Contoh: stock split PTSN 1:5, maka apabila harga saham lama 1 saham = 1.500, maka setelah stock split maka 1 saham menjadi 5 saham dengan harga 300 (1.500:5)

TA: technical analysis atau analisa yang fokus pada pergerakan harga saham

Tender Offer: penawaran untuk membeli perusahaan di harga yang lebih tinggi dari harga pasar dan bertujuan untuk menguasai perusahaan tersebut

TP: take profit atau menjual saham lebih tinggi dari harga beli / menjual dalam posisi untung

Trading: aktivitas jual beli saham

Trader receh: retail dengan modal terbatas

TTM : Twelve Trailing Month = 12 bulan berjalan. Jadi, kalau misalnya sekarang Q2 2019, berarti yang dimaksud TTM adalah penjumlahan Q2 2019 + Q1 2019 + Q4 2018 + Q3 2018.

Uptrend: trend saham yang naik

Value investing: analisa saham untuk menentukan harga wajar suatu saham

Value investor: pihak yang berinvestasi berdasarkan metode value investing

Volume: jumlah lembar saham yang ditransaksikan dalam suatu periode

Warrant: hak untuk membeli saham induk dari warrant di harga dan waktu yang telah ditentukan. Biasanya diberikan pada saat perusahaan IPO

Baca Juga : Investasi Ala Sufi

Apabila Anda sudah mampu memahami istilah-istilah di atas, maka minimal Anda sudah mampu memahami 80% istilah yang selama ini sering digunakan di dunia saham.

Namun apabila Anda merasa masih ada istilah yang belum dijelaskan di atas, silahkan join dengan group telegram @sufiinvesting untuk bisa tanya-tanya gratis ke mas @RYAN_X, mas @Anggita89 dan mas  @XaRhezX yang ganteng dan siap menjawab semua pertanyaan Anda.

Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh namun yang ada adalah banyak bertanya malu-maluin. Hehehehe. Just kidding. Maksudnya adalah malu bertanya sesat di jalan.

So, Anda bebas tanya apa saja ke mereka bertiga ya. Selamat tersesat di group yang salah 😉. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*