LESSON FROM LKH & LSA

Tangerang, 26 Agustus 2019 By Liliana Kurniawati

Pagi ini saya mendapatkan sebuah request yang tidak bisa saya tolak karena yang meminta adalah editor leopardtrading.id yakni mba Nurfaisyah. Kalau saya tidak penuhi permintaan beliau, bisa-bisa artikel saya tidak dimuat lagi di sini. Memang request nya apa sih? Koq kesannya serius banget. Hehehehehehe, sabar saudara-saudara jangan terlalu serius, requestnya mba Nur pasti juga akan sangat bermanfaat untuk Anda.

Jadi begini lho ceritanya, hari Jumat kemarin tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2019, IDX mengadakan event CMSE 2019 (Capital Market Summit Expo) yang ke-2 di tahun ini yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center.

Hal yang membuat acara ini sangat menarik adalah pembicaranya merupakan investor kawakan di pasar modal Indonesia dan saya yakin Anda pasti mengenalnya. Apakah Anda bisa menebaknya? Yes, betul. Beliau adalah Pak Lo Kheng Hong (LKH) dan Pak Lukas Setia Atmaja (LSA). Nah, berhubung saya mengikuti acara tersebut maka saya ditodong lah sama mba Nur untuk membuat tulisan yang membahas insight apa yang didapatkan dari acara tersebut.

Acara CMSE dapat dibilang sangat sukses, karena diikuti oleh 70 stand pameran. Pesertanya banyak, termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Acara ini gratis dan bebas diikuti siapa saja.

Mahasiswa yang hadir juga sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Dalam 10 atau 20 tahun ke depan, saya sangat optimis pasar modal di Indonesia akan sangat maju karena generasi mudanya saat ini sudah sangat familiar dengan investasi saham. Berbeda dengan saya yang baru terjun ke dunia saham di usia 33 tahun. Lho koq jadi curcol. Oke, oke kita kembali ke laptop ya.

Acara tersebut dimulai dengan Pak LSA yang memberikan rules untuk cerdas berinvestasi di pasar modal dan dilanjutkan dengan Pak LKH yang berbagi pengalaman hidupnya yang bisa mengantarkannya menjadi Great Investor seperti sekarang.

Pak LSA menjelaskan kunci sukses investor saham adalah KNOWLEDGE, SKILL dan WISDOM.

KNOWLEDGE

Untuk bisa menjadi investor yang sukses, kita harus memiliki pengetahuan tentang pasar modal, industri, emiten atau perusahaan, akuntansi dan finance, dan teori-teori investasi.

Bagaimana kita bisa memiliki pengetahuan itu semua? Pastinya ya dengan membaca. Selain dengan baca buku, baca koran, baca berita, maka kita juga bisa mendapatkan pengetahuan dengan mengikuti seminar, workshop, dan kopi darat yang diadakan komunitas saham. Karena kita bisa belajar banyak dari acara-acara tersebut.

Sufi investing memiliki banyak fasilitas tuk mendukung knowledge, antara lain:

SKILL

Setelah memiliki pengetahuan, maka langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki skill atau keahlian. Keahlian ini kita dapatkan dengan mengaplikasikan pengetahuan yang kita dapatkan dengan cara terjun langsung berinvestasi saham.

Tentunya juga tidak asal investasi saham, namun investasi saham yang kita lakukan harus didasarkan pada analisa, research, pikiran logis, mensintesa dan akhirnya terwujud dalam pengambilan keputusan dalam memilih saham, beli di berapa dan jual di berapa.

Keahlian kita akan meningkat jika kita bisa mengakui kalau kita salah mengambil keputusan dalam memilih saham yang berbuntut pada kerugian, mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan kita jadikan alasan logis untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di keputusan investasi berikutnya.

Begitu juga kalau kita profit, kita harus tahu kenapa kita bisa profit dan alasan tersebut bisa kita jadikan dasar di pengambilan keputusan berikutnya. Jadi, kunci dari memiliki keahlian adalah BERPIKIR kemudian baru BERINVESTASI.

WISDOM

Level tertinggi kunci sukses investasi saham adalah kita harus memiliki kebijaksanaan dalam berinvestasi saham. Kebijaksanaan ini berupa bagaimana caranya mengatur emosi dan psikologi, sederhana, sabar, percaya diri dan disiplin. Kebijaksanaan ini bisa didapatkan dengan selalu belajar dan selalu open minded.

Dalam memilih saham, Pak LSA menggunakan metode PBVCGR, yaitu kepanjangan dari:

P = Prospect
B = Balance Sheet Quality
V = Valuation
CG = Corporate Governance
R = Risk

Untuk Anda, yang ingin belajar lebih lanjut tentang metode PBVCGR tersebut bisa mengikuti gathering yang diselenggarakan oleh Pak LSA setiap bulannya. Info detailnya bisa cek di bawah ini:

Pak LSA juga memberikan 5 Rules atau aturan yang harus dijalankan dalam berinvestasi saham:

  1. Invest, don’t speculate. Investasi saham itu bukan judi atau spekulasi, maka dari itu pastikan kita tahu perusahaan apa yang kita beli karena saham bukan hanya sekedar harganya yang naik turun tapi terdapat sebuah perusahaan dibalik lembar saham yang kita beli. Ketika ktia sudah membeli perusahaan yang bagus, maka waktu adalah sahabat kita. Jadi jangan terganggu dengan pergerakan harga dalam jangka pendek.
  2. Market is your servant, not your boss. Pasar adalah pelayan kita dan bukannya bos kita, artinya kita tidak boleh terombang ambing oleh pasar karena kita adalah majikan dari pasar. Caranya adalah dengan membeli saham yang salah harga dan menyimpannya hingga harganya sesuai dengan harga wajarnya.
  3. Minimalist, keep it simple. Investasi saham itu mudah, jangan dibuat ribet. Anda tidak perlu tahu semua saham yang terlisting di BEI. Fokus pada 5 sampai 10 saham yang Anda benar-benar paham dengan bisnis modelnya atau yang Anda sukai produknya.
  4. Always manage risk. Investasi saham memang investasi yang penuh dengan risiko, tapi kita bisa meminimalisir risiko tersebut dengan cara membeli saham yang memiliki MOS (Margin of Safety) yang tinggi, kerjakan PR Anda dengan rajin (dalam hal menganalisa sebelum membeli), jangan membeli saham yang Anda tidak paham bisnisnya, dan hindari membeli saham dengan berhutang atau menggunakan akun margin.
  5. Control your emotion. Anda harus bisa merasakan dan mengidentifikasi rasa serakah dan ketakutan Anda. Untuk bisa sukses di pasar modal tergantung dari strategi, disiplin dan faktor psikologi.

Pada sesi Pak LKH, beliau menceritakan perjalanan beliau dari bekerja sebagai karyawan administrasi Bank dengan gaji yang kecil dan nyambi kuliah di kampus yang gedungnya menyewa di gedung SMA hingga akhirnya menjadi Kepala Cabang Bank dan hingga sukses menjadi investor sukses seperti sekarang.

Mungkin kita sering iri hati dengan kesuksesan pak LKH dan ingin sekali bisa menjadi seperti beliau, tapi seringkali kita hanya melihat seseorang pada saat mereka sukses namun kita tidak melihat perjuangan beliau selama berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Berikut adalah beberapa quote beliau yang membawanya menjadi sukses sebagai investor saham:

“Invest in bad time, sell in good time and you will get rich.”

Lo Kheng Hong (LKH)

“Harta karun kekayaan terbesar yang ada di dunia adanya di pasar modal, bukan di bawah laut. Nilainya nyata dan transparan. Sangat disayangkan bila ada orang yang tidak mengenal pasar modal.”

Lo Kheng Hong (LKH)

“Ada saatnya ketika tidak mengerjakan apa pun merupakan suatu bentuk kecerdasan investasi, Investor yang bijak dapat menghasilkan uang ketika dia tidur. Tidur adalah jalan untuk meraih kekayaan. Tidak bertindak adalah suatu tindakan yang bagus jika kita sudah memiliki saham perusahaan yang hebat.”

Lo Kheng Hong (LKH)

Jadi, apabila kita ingin menjadi seperti Pak LKH, maka kita harus meniru kesabaran beliau dalam mencari saham yang salah harga dan memegangnya hingga naik ribuan persen. KESABARAN adalah kunci suksesnya.

Pada kesempatan tersebut, saya juga sempat mengajukan pertanyaan (lumayan dapat goody bag dari BEI yang isinya Kaos, USB dan Boneka. Lho, saya koq jadi pamer, maaf kaosnya nggak ke foto karena keburu dicuci) ke Pak LSA dan Pak LKH.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*