Blue Print Investasi Saham (Opening Session)

PASTIKAN PAHAM PERBEDAAN ANTARA INVESTOR DAN TRADER, SETELAH PAHAM, PASTIKAN POSISI ANDA BERADA DI MANA.

Sudut Pandang Investor vs Trader

Setiap manusia pasti memiliki persepsi atau sudut pandang, atau kacamata berpikir yang berbeda mengenai berbagai macam permasalahan. Sudut pandang ini sangat penting, sebab akan menentukan arah dan langkah selanjutnya. Keindahan memang memerlukan sudut pandang yang tepat untuk bisa menikmatinya.

Menggabungkan dua sudut pandang trader dan investor yang membuat
porto pemula berdarah-darah.

Bagaimana tidak, beli ketinggian, saat salah prediksi, harga turun, bukan
di jual, malah di hold. Ketika akan memasuki suatu emiten, pastikan kacamata berpikir mana yang akan Anda pakai.

Trader? Atau investor?

Pilihan yang paling beresiko adalah pilihan menjadi trader.

Jika pilihan menjadi investor, maka pelatihan Elite sufi sudah mencukupi tidak perlu mencari metode yang aneh-aneh, Anda akan sangat nyaman
berinvestasi dengan memiliki filosofi berpikir The Essence Project.

Baca juga : Investasi ala Sufi

Pembahasan blue print selanjutnya, akan fokus kepada sudut pandang
trader.

Sudut pandang pergerakan harga.
Trader pemula, dengan semangat tinggi, biasanya akan fokus pada holy grail, berupaya belajar memprediksi, mencari kesempurnaan dalam memprediksi. Mencoba menjadi analis. Seiring berjalannya waktu, trader pemula itu akan sadar bahwa trading memerlukan lebih dari sekedar prediksi yang prima.

Yang lebih penting daripada memiliki ilmu pasti prediksi adalah : Mencari bagaimana cara untuk melakukan trading yang relatif sederhana dan aman.

Sederhana dalam arti kata alat analisis yang digunakan adalah alat analisis yang mudah di mengerti tapi efektif. Bukan alat analisis yang membuat orang pusing tujuh keliling.

Aman dalam artian ide tradingnya tidak hanya memikirkan strategi menyerang (offensive strategy: stock-pick dan entry/exit timing), tapi juga strategy bertahan (defensive strategy: bagaimana menentukan strategi ketika harga ternyata bergerak turun setelah melakukan posisi beli, atau setidaknya ketika harga bergerak tidak seperti yang diprediksikan).

Aman karena trading hanya dilakukan pada saham-saham yang penggeraknya adalah pasar sebenarnya. Pasar murni.

Bukan pasar artificial yang diciptakan oleh sekelompok orang. Trading yang searah dengan IHSG.

Bukan pada saham-saham yang bikin masuk angin, IHSG naik, harga saham turun, IHSG turun, harga saham naik, terus berulang-ulang, akhirnya diam dan mati (harga tidak naik dan volume perdagangannya menghilang).

Trading pada saham-saham yang fundamentalnya jelas, yang kalau misalnya kita bosan, tinggal kita taruh dan simpan. Dengan harapan, jika
pada suatu hari market kembali kondusif. Saham-saham tersebut yang paling cepat rebound.

Trading dengan terencana, yaitu ketika melakukan posisi beli, pasti didampingi dua posisi jual. Jual ketika untung dan jual ketika rugi. Trading tanpa stress, trading dengan happy, ketika trend naik, ada posisi, posisi beli simpan, nahan posisi selama mungkin; tapi ketika harga
berubah menjadi turun, posisi berubah menjadi posisi jual, posisi minim atau bahkan 100 % cash.

Trading yang tidak hanya melulu mengejar keuntungan, tetapi juga kerugiannya harus terkendali.

Prediksi pergerakan harga tidak seharusnya canggih dan sulit dicerna,
susah dilakukan, dan hanya bisa dilakukan orang-orang tertentu.

Trading harus memiliki landasan yang kuat, tidak hanya sekedar beli dan
jual, bukan sekedar spekulasi dan untung-untungan, strategi yang jelas
agar keuntungan yang diperoleh ketika market bullish tidak hilang begitu saja saat market bearish.

Keuntungan yang didapat dari trading oleh sebab trader tersebut bisa trading dengan benar, bukan karena keberuntungan oleh sebab keseluruhan market memang sedang bullish.

Tujuan dibuat blue print ini di tujukan untuk mereka yang berkeinginan melakukan trading dengan berhati-hati. Mereka yang trading dengan mata terbuka.

Mereka yang berkeinginan membuat trading berdasarkan rencana trading yang jelas. Ketika trading tidak sekedar beli dan jual.

Ketika kemenangan tidak selamanya ditentukan dari strategy offensive, ketika strategy defensive menjadi perhitungan dalam melakukan trading.

Blue print ini untuk Anda…..

Disclaimer :

BLUE PRINT INI HANYALAH SEBAGAI RAMBU-RAMBU, BUKAN RUMUS PASTI, BISA JADI ACUAN DAN PEDOMAN NAMUN FLEXIBLE UNTUK DIKEMBANGKAN DAN DISESUAIKAN DENGAN PROFILE RISK MASING-MASING INVESTOR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*